Minggu, 20 November 2011

Dilema Antara Kepentingan Individu Dan Kepentingan Masyarakat

ILMU SOSIAL BUDAYA DAN DASAR

Tema makalah : Dilema Antara Kepentingan Individu Dan Kepentingan Masyarakat


Kelompok 1 :

1. Albayssag Faisal Tanjung

2. Arifwan

3. Azwar Amin

4. Andi Syahriani

5. A.Rahim

6. Ainun Jariah

7. Aswin Thamrin

8. Savianty Ashari P.

PENGERTIAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU

Manusia, mahluk dan individu secara etimologi diartikan sebagai berikut:

  1. Manusia berarti mahluk yang berakal budi dan mampu menguasai mahluk lain.
  2. Mahluk yaitu sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan.
  3. Individu mengandung arti orang seorang, pribadi, organisme yang hidupnya berdiri sendiri. Secara fisiologis ia bersifat bebas, tidak mempunyai hubungan organik dengan sesama.

Kata manusia berasal dari kata manu (Sansekerta) atau mens (Latin) yang berarti berpikir, berakal budi, atau homo (Latin) yang berarti manusia. Istilah individu berasal dari bahasa Latin, yaitu individum, yang artinya sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi atau suatu kesatuan yang terkecil dan terbatas.

Secara kodrati, manusia merupakan mahluk monodualis. Artinya selain sebagai mahluk individu, manusia berperan juga sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk individu, manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Jiwa dan raga inilah yang membentuk individu.

Manusia juga diberi kemampuan (akal, pikiran, dan perasaan) sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Disadari atau tidak, setiap manusia senantiasa akan berusaha mengembangkan kemampuan pribadinya guna memenuhi hakikat individualitasnya (dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya). Hal terpenting yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya. Manusia adalah ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain.

  • Manusia Sebagai Makhluk Individu

Setiap manusia memiliki kepribadian masing-masing. Kepribadian yang dimiliki seseorang membedakannya dengan yang lain. Kepribadian disebut juga dengan personality. Kepribadian adalah susunan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu, atau ciri-ciri watak individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas. Individu berasal dari kata in devided. Dalam bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan.

Manusia lahir sebagai makhluk individu yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis, manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda dengan makhluk hewani. Namun secara hewani ia sangat berbeda dengan makhluk hewani apapun. Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya.

Setiap manusia memiliki perbedaan. Hal itu dikarenakan manusia memiliki karakteristik sendiri yang memiliki sifat, watak, keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya. Dengan akal yang dimilikinya, manusia bisa menciptakan sesuatu. Pada dasarnya, pola kelakuan antara manusia dengan binatang itu berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada :

* manusia : pola kelakuannya tidak hanya ditentukan oleh sistem organic biologic saja (akal dan jiwa), manusia itu cenderung memiliki pemikiran yang variatif.

* binatang : pola kelakuannya ditentukan oleh sistem organic biologic saja, binatang mempunyai pemikiran yang cenderung sama.

Tujuan dalam pemenuhan kebutuhannya yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka mempertahankan hidup untuk hidup yang sejahtera. Manusia merupakan pribadi yang unik dengan pengetahuan yang dimilikinya. Adapun unsur-unsur kepribadian tersebut meliputi :

1. Pengetahuan, meliputi persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep dan fantasi.

2. Perasaan.

3. Drive (dorongan).

dalam memahami sesuatu pengetahuan tersebut akan menimbulkan sub-consious (bawah sadar) dan unconscious (tak sadar). Segala unsur-unsur pengetahuan tersebut seringkali hilang dalam kesadaran manusia akibat larut dan terpecah-pecah yang disebabkan akal sadar individu tidak lagi menyusun dan menatanya. Sikap seseorang dalam merespon sesuatu cenderung berbeda.

Manusia memiliki perasaan yang halus yang membedakannya dengan hewan. Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai keadaan positif atau negatif. Di zaman sekarang banyak manusia yang tidak mempunyai perasaan terhadap sesamanya. Itu semua dikarenakan akalnya tidak di fungsikan dengan baik. Setiap orang memiliki dorongan untuk mempertahankan hidup, sex, mencari makan, berinteraksi, meniru, berbakti dan menyukai keindahan.

Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.

Menjadi orang yang bersifat individualis terkadang adalah suatu aib di dalam organisasi yang menuntut kerja sama tim. Para individualis ini cenderung tertutup dan mengerjakan sesuatunya seperti apa yang mereka inginkan. Tak jarang mereka ini menerobos anggota tim lainnya dan/atau segala prosedur standar organisasi apabila hal tersebut dirasa menganggu kinerja mereka. Alhasil, mereka cenderung dijauhi dan dicela oleh anggota tim lainnya. Namun demikian, perlu Anda ketahui semua bahwa :

1) Tidak semua orang terlahir dengan kemampuan sosial seperti Anda

2) Individualisme bukanlah hal yang buruk dalam tim maupun organisasi.

Tidak semua orang terlahir dengan kemampuan sosial seperti Anda
Mau tidak mau, anda harus mengakui bahwa semua orang tidak terlahir dengan kemampuan sosial seperti Anda sama halnya dengan semua orang tidak terlahir dengan kemampuan slam dunk layaknya Michael Jordan. Layaknya kemampuan olah raga, kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain bukanlah bakat lahir melainkan sesuatu yang perlu dipelajari oleh setiap individu dan melalui proses yang cukup lama serta dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Fakta lainnya adalah setiap orang memiliki apa yang saya sebut sebagai private room (ruang pribadi) masing-masing. Ruang pribadi ini adalah waktu bagi seorang individu untuk melakukan segala sesuatunya bagi diri mereka sendiri tanpa mengindahkan lainnya. Hanya saja, beberapa orang memiliki ruang pribadi yang lebih besar ketimbang lainnya sehingga mereka sering tampak 'individualis'.

Ketika Anda berbicara dengan para individualis ini, sebaiknya Anda menempatkan posisi Anda di sepatu mereka. Para individualis telah mengalami sejumlah peperangan selama hidup mereka, cukup untuk menyadari bahwa mereka 'berbeda' dan tidak semua orang mau menerima cara pandang mereka apa adanya jadi umumnya mereka ini memiliki pembawaan curiga, dingin, dan tidak bersahabat. Apa pun itu, ikuti dulu apa yang mereka bicarakan... Baru utarakan pendapat Anda secara baik-baik dan sopan kepada mereka.

Individualisme Bukanlah Hal yang Buruk dalam Tim Maupun Organisasi
Seorang individualis biasanya adalah seorang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Mereka berani melakukan segala sesuatunya sendiri adalah bukti tingkat kepercayaan diri mereka yang begitu tinggi. Kuncinya adalah bukan menyudutkan para individualis ini tapi tahu dimana menempatkan mereka! Tempatkanlah mereka dalam suatu bidang kerja spesifik yang tidak mengharuskan mereka bekerja sama dengan anggota tim lainnya. Bidang kerja spesifik ini dapat berupa pembuatan proposal kerja sama sampai kepada dealing dengan client. Para individualis ini biasanya memiliki tingkat kinerja yang di atas rata-rata ketimbang anggota lainnya karena motivasi dan ambisi mereka untuk selalu lebih hebat daripada yang lainnya.

Satu hal yang perlu diketahui oleh Anda bahwa seorang individualis tidak pernah cocok bekerja dalam tim TAPI bukan berarti mereka tidak cocok menjadi bawahan Anda atau bahkan pemimpin Anda! Faktanya mereka biasa melakukan segala sesuatunya sendiri dan sangat yakin dengan hasil kerja mereka. Ketika ada orang lain yang ditugaskan untuk membantu mereka, para individualis ini cenderung menganggapnya sebagai 'penghalang' saja.

Sebagai bawahan Anda, Anda akan mendapatkan kinerja yang sangat optimal dari seorang individu. Dan sebagai pemimpin Anda, Anda akan mendapatkan seorang pemimpin yang berapi-api yang senantiasa mengarahkan Anda untuk mencapai 'kesempurnaan' dalam bekerja.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dalam Kepentingan Masyarakat
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
B. Interaksi Sosial dan Sosialisasi
1. Interaksi Sosial
Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.
Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial.
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
a. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
b. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau ped
oman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri maupuhn dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
c. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.
d. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi.
2. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi.

Pengertian Interaksi Sosial di masyarakat

Interaksi sosial adalah suatu kontak hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain atau dapat dikatakan juga sebagai hubungan timbal balik. Dalam interaksi sosial terdapat proses sosial yang menjadi faktor utama dalam berlangsungnya suatu interaksi sosial antara sesama manusia. Proses sosial menurut Gillin & Gillin adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila antar individu atau kelompok itu saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang sudah ada. Dapat disimpulkan Proses Sosial adalah pengaruh dari segi kehidupan dari kehidupan yang satu ke segi kehidupan yang lainnya.

Syarat Interaksi sosial

Tiga syarat Interaksi Sosial;

  1. Adanya kontak sosial (social contact)

Kontak sosial merupakan hubungan antar individu atau kelompok yang saling berinteraksi satu sama lain. Kontak sosial dapat terjadi melalui dua cara, yaitu: 1) Kontak sosial secara langsung, terjadi apabila pemberi pesan memberikan pesannya langsung kepada penerima pesan baik dengan atau tidak menggunakan alat komunikasi.

2) Kontak sosial tidak langsung, terjadi jika pemberi pesan menyampaikan pesannya melalui pihak ketiga.

  1. Adanya Komunikasi

Interaksi atau hubungan antara individu dengan individu lain dengan bahasa yang ada dimasing-masing daerah dan dimengerti dalam suatu kelompok interaksi manusia tersebut. Unsur pokok komunikasi adalah komunikator (orang yang menyampaikan pesan) dan perasaan atau pikiran kepada pihak lain.

3. Tindakan sosial

Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan seseorang karena dipengaruhi atau dalam rangka mempengaruhi orang lain. tindakan semua manusia yang dinyatakan sebagai tindakan sosial. Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu;

  • Tindakan rasional instrumental; tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan cara dan tujuan.
  • Tindakan rasional berorientasi nilai; tindakan yang berorientasi pada nilai yang ada dalam masyarakat.
  • Tindakan tradisional; tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan rasional.
  • Tindakan ofektif; tindakan oleh seseorang atau kelompok yang berdasar pada emosi.

Faktor pendorong Interaksi

- Imitasi

Imitasi adalah meniru gaya orang lain, dari sikap, gaya, cara berfikir, kemampuan, dll.

- Sugesti

Sugesti adalah mempengaruhi seseorang atas suatu pandangan, pemahaman, sikap.

- Simpati

Simpati adalah ketertarikan seseorang terhadap orang lain seolah – olah orang itu merasakan hal yang sama.

- Empati

Empati adalah rasa simpati yang mendalam yang mampu memberikan pengaruh kejiwaan.

Bentuk – bentuk Interaksi

  1. Interaksi antara individu dengan individu

Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun interaksi negatif. Interaksi positif, jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan itu merugikan satu pihak atau keduanya.

  1. Interaksi antara individu dengan kelompok

Interaksi ini juga bisa terjadi secara negatif maupun positif. Bentuk interaksi sosial individu bermacam-macam sesuai situasi dan kondisinya.

  1. Interaksi antara kelompok dengan kelompok

Interaksi ini terjadi sebagai satu kesatuan, bukan kehendak pribadi.

Selain ketiga tersebut diatas ada juga bentuk Interaksi sosial asosiatif dan Interaksi sosial disasosiatif.

ü Interaksi Sosial Asosiatif adalah interaksi sosial yang terjadi menuju terbentuknya persatuan. Interaksi sosial asosiatif ada 4 macam, yaitu:

  1. Kerjasama (coorperation), usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Akomodasi, ialah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi sosial untuk meredakan pertentangan. Bentuk akomodasi a.l : Koersi (penyelesaian konflik melalui proses yang dipaksakan). Kompromi (kedua belah pihak saling mengalah). Arbitrasi (penyelesaian konflik melalui pihak ketiga). Toleransi (saling menghormati). Ajudikasi (penyelesaian konflik melalui pengadilan). Konversi (salah satu pihak mau mengalah dan menerima pendirian pihak lain)
  3. Akulturasi, ialah proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima kebudayaan lain tanpa hilangnya kebudayaan itu sendiri.
  4. Asimilasi, proses sosial peleburan budaya sehingga masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan tunggal milik bersama

ü Interaksi sosial Disasosiatif, ialah bentuk interaksi sosial yang mengasilkan perpecahan. Disasosiatif ada 3 bentuk, yaitu:

  1. Persaingan ialah perjuangan yang dilakukan kelompok atau individu untuk memperoleh kemenangan.
  2. Kontravensi ialah proses sosial yang diantara persaingan dan konflik
  3. Konflik ialah pertentangan antar perorangan atau kelompok akibat perbedaan paham atau kepentingan.

Interaksi Sosial dalam Masyarakat

Masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan antar manusia yang menghuni suatu wilayah geografis yang mempunyai kebudayaan dan lembaga-lembaga yang hampir sama. Masyarakat dipandang sebagai organisme dan mekanisme. Secara singkatnya menjelaskan hubungan antara individu dengan sekumpulan masyarakat. Dalam organisme, individu kolektivitis yaitu kepentingan keseluruhan didahulukan atas kepentingan individu. Individu hanya memiliki kebebasan sedikit. Solidaritas antar anggota masyarakat juga begitu kuat. Sedangkan masyarakat mekanisme lebih bersifat idividuallistik, lebih mementingkan peranan diri individu.

Keindividuan dan kemasyarakatan merupakan dua aspek kehidupan manusia yang sama dalam interaksi. di satu pihak individu tidak sama sekali bebas terhadap masyarakat dan di pihak lain masyarakat tidak sama sekali bebas terhadap individu.

Masyarakat terdiri dari jaringan relasi-relasi antar orang yang menjadikan mereka bersatu. Masyarakan bukan hanya sekedar bayangan dalam kepala saja atau teori. Melainkan masyarakat itu nyata dan memiliki sejumlah pola perilaku yang disepakati bersama. Masyarakat berinteraksi antar anggota maupun individu. Masyarakat memiliki dorongan untuk mencari kebutuhan, tujuan dan kontak dengan orang lain dengan cara komunikasi. Komunikasi sebagai bentuk interaksi melalui bahasa dan simbol-simbol. Dalam komunikasi, manusia saling pengaruh-mempengaruhi timbal balik sehingga terbentuklah pengalaman ataupun pengetahuan tentang pengalaman masing-masing yang sama. Karenanya Komunikasi menjadi dasar daripada kehidupan sosial , ataupun proses sosial.

Pada dasarnya kehidupan interaksi sosial itu terdiri dari aksi dan reaksi yang diciptakan individu atau kelompok yang sudah tidak terhitung banyaknya. Pihak yang terlibat akan menyesuaikan diri dengan salah satu pola perilaku yang kolektif.kesatuan yang berasal dari penyesuaian diri itu disebut sebagai kelompok atau masyarakat. Individu dikatakan sudah bermasyarakat jika mereka sudah saling mempengaruhi. Misalnya memberi salam sesuai adat dan akan dibalas salam. Baru dengan demikian dapat dikatakan individu sudah menjalkankan perilaku kolektif. Mereka dirangkaikan satu menjadi masyarakat.

Relasi-relasi aktif dalam masyarakat antara orang yang berkelompok atau masyarakat tidak semuanya sama. Relasi dapat berupa sekumpulan masyarakat paguyuban dan patembayan yang lebih bersifat fungsional dan rasional. Masyarakat paguyuban adalah hubungan yang bersifat kepribadian dan menimbulkan ikatan lahir batin. Sedangkan masyarakat patembayan adalah hubungan yang bersifat tidak ada kepribadian untuk mencapai unsur kebendaan. Contohnya, Persero, PT, dll.

Kesatuan – kesatuan interaksi sosial tidak hanya berbentuk dari relasi. Demi tercapainya suatu strukturalisasi dan interaksi sosial yang sehat, maka kritik, oposisi, dan sikap iri hati diperlukan seperti adanya kesesuaian paham, partisipasi dan persahabatan. Oposisi dan iri hati pada dasarnya disikapi sebagai suatu hal yang negatif. Namun oposisi disini diletakan pada suatu hal yang positif demi ter wujudnya suatu interaksi. Sebagai contoh persaingan individu dalam bidang ekonomi dan politik. Persaingan merupakan salah satu bentuk konflik, tetapi kalau dilihat dalam bentuk interaksi, persaingan merupakan relasi yang mempermainkan peran positif bagi seluruh anggota masyarakat.

Tidak semua kesatuan sosial mempunyai lama waktu dan intentitas yang sama. Disini menyangkut juga seperti penjelasan diatas tentang masyarakat paguyuban dan patembayan. Ada kelompok yang mempunyai kadar frekuensi interaksi yang tinggi tetapi ada juga yang rendah. Tergantung dari anggota individu yang menjalani sesai dengan interaksi yang ada

Peran Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial

Sebagai makahluk individu,manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia .setiap manusia dilahirkan sama dengan harkat dan martabat yang sama pula.Manusia sebagai makhluk individu berupaya merealisasikan segenap potensi dirinya,baik potensi jasmani maupun potensi rohani
Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial. artinya manusia akan senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain.manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain .kebutuhanakan lain dan interaksi sosisl membentuk kehidupan berkelompok pada manusia.
dalam dimensi individu,muncul hak-hak dasar manusia,kewajiban dasar manusia adalah menghargai hak dasar orang lain serta mentaati norma-norma yang berlaku di masyarakatnya.
manusia sebagai makhluk sosial memiliki implikasi -implikasi:
a. kesadaran akan ketidak berdayaan manusia bila seorang diri
b. kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.
c. penghargaan akan hak-hak orang lain
d.ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.

sebagai makhluk individu ataupun makhluk sosial hendaknya manusia memiliki kepribadian,yang dimaksud dengan kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang di bangun oleh perasaan,pengetahuan dan doronga
n

Manusia tidak bisa hidup tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. ini yang disebut manusia sebagai makhluk sosial. tanpa bantuan dari orang lain kita tidak bisa hidup bersosialisasi. contohnya saja ketika kita sakit dan ketika saat kita meninggal.

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena karakter setiap manusia berbeda-beda. setiap manusia tidak memiliki sifat yang sama. dan manusia mempunyai dorongan untuk saling berinteraksi dengan orang lain. karena dengan bantuan dari orang lain, manusia bisa saling berkomunikasi, bisa mengembangkan potensi dan kreatifitas, bertukar informasi dengan orang lain.
Manusia sebagai makhluk sosial didalam individu, maksudnya adalah setiap manusia yang mempunyai karakter atau ciri khas tersendiri. manusia juga dikatakan sebagai makhluk individu yang mempunyai suatu kepribadian di dalam dirinya. kepribadian tersebut dapat dilihat dari etika bermoral dan bermasyarakat.

Sehingga dapat disimpulkan dari penjelasan diatas bahwa sudah jelas manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri dan manusia pun mempunyai karakteristik atau kekuatan masing-masing dalam dirinya keduanya saling keterkaitan dalam berbagai hal dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar